Apa itu Cagar Alam ?
Cagar alam atau suaka alam dapat diartikan sebagai kawasan suaka alam yang mempunyai kekhasan tumbuhan dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindudngi dan perkembangannya berlangsung secara alami.
Cagar alam bernilai khas untuk penelitian dan pengembangan, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kegiatan penunjang budidaya, serta untuk kepentingan umum. Contoh cagar alam Nuansa Kambangan Barat di Jawa Tengah
Karakteristik penentuan suatu kawasan sebagai kawasan cagar alam antara lain sebagai berikut.
- Memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan serta ekosistem.
- Mewakili formasi biota tertentu dan atau unit – unit penyusunnya.
- Memiliki kondisi alam yang masih alami dan belum terganggu oleh manusia.
- Memiliki ciri khas potensi sehingga dapat menjadi contoh ekosistem yang keberadaannya memerlukan upaya konservasi.
- Memiliki komunitas tumbuhan beserta ekosistem yang langka atau yang keberadaannya hampir punah.
- Memiliki luas yang cukup dan bentuk tertentu untuk mendukung pengelolaan yang efektif dan menjamin keberlangsungan proses ekologis secara alami.
Daftar 5 Cagar Alam Terfavorit di Indonesia :
1. Cagar Alam Bukit Kelam Sintang
Jangan terkecoh dengan namanya, karena cagar alam ini akan memberikan pengalaman menikmati keindahan hutan di Kalimantan yang sanggup menghipnotis pengunjungnya. Nama bukit kelam pun tidak terlepas dari legenda Bujang Meji dan Tumenggung Marubai. Jenis flora langka yang dapat kamu temukan disini adalah meranti, bangeris, tengkawang, kebas-kebas, dan juga berbagai jenis anggrek. Jangan kaget jika saat berkeliling cagar alam anda mendapati kawanan beruang madu dan melihat kelelawar beterbangan di atas langit. Hal seru yang bisa kamu lakukan disini adalah mendaki ke puncak Bukit Sintang dengan menaiki anak tangga yang menantang, dimana medannya akan sangat mencekam dengan tebing yang curam. Saat sampai di atas bukit kamu juga dapat menikmati keindahan alam yang eksotis berupa gua-gua alam, dimana juga merupakan rumah dan sarang bagi burung wallet. Dengan ketinggian mencapai 900 meter di atas permukaan laut, cagar alam ini menyediakan fasilitas bagi kalian penyuka hiking dan trekking. Definitely the best place for an adventurous person!
2. Cagar Alam Arjuno Lalijiwo
Kawasan alam Arjuno Lalijiwo ditetapkan sebagai cagar alam sejak September tahun 1992 silam. Memiliki luas sekitar 4.900 hektar, kawasan Arjuno Lalijiwo ini meliputi Gunung Welirang, Gunung Arjuno, Gunung Kembar I dan II. Kekayaan alam di Arjuni Lalijiwo meliputi wilayah tropika yang didominasi oleh hutan Cemara Gunung. Memasuki cagar alamnya, kamu akan disambut dengan pemandangan hutan alpina dan beragam jenis pohon cemara. Kawanan hewan yang bisa kamu temui disini adalah rusa, kijang, babi hutan, dll. Berlokasi di bawah Balai Konservadi Sumber Alam Jatim, hingga sekarang fungsinya pun ditujukan untuk kebutuhan penelitian dan pariwisata.
3. Cagar Alam Pulau Kaget
Jika kamu familiar dengan maskot taman rekreasi Taman Impian Jaya Ancol, Cagar Alam Pulau Kaget adalah tempat terbaik untuk melihat sekelompok monyet berhidung panjang merah muda ini di habitat aslinya.
Pulau seluas sekira 85 hektar ini diresmikan sebagai cagar alam pada tahun 1976 dan terletak di dekat muara sungai Barito. Pulau ini terbentuk oleh endapan lumpur yang timbul dari arah sungai tersebut. Tanah yang subur di Pulau Kaget menjadi penyedia mineral bagi berbagai ekosistem hutan dan rumah bagi vegetasi penting seperti mangrove, rambai, nipah, pandan, dan jeruju. Walaupun tidak ada cerita yang pasti dibalik nama pulau ini, namun poin yang bisa diambil adalah sensasi ketika pertama kali memasuki pulau, karena kamu akan dikagetkan oleh suara riuh ratusan bekantan yang bergantungan di atas pohon. Selain bekantan, cagar alam ini juga menjadi rumah bagi lutung, berbagai jenis burung seperti elang bondol, elang laut, dan kingfisher.
4. Cagar Alam Kepulauan Krakatau
Terletak di kawasan Selat Sunda, cagar alam Pulau Krakatau yang terletak di Selat Sunda ini merupakan warisan alam yang luar biasa indah. Bagaimana tidak, lahan cagar alam seluas kurang lebih 13 hektar ini kamu bisa menemui koleksi unik flora yang terdiri dari berbagai jenis jamur, tumbuhan paku, dan juga hewan-hewan yang mendiami dataran pulau vulkanik, seperti ular, kadal, penyu laut, dan lain-lain. Kawasan yang resmi menjadi bagian dari Taman Nasional Ujung Kulon pada tahun 1984 ini dilindungi dan dipertahankan integritasnya sebagai sebuahkawasan konservasi yang penting bagi ilmu pengetahuan dan pendidikan.
5. Kebun Raya Cibodas
Terletak di daerah Gunung Gede, Jawa Barat, cagar alam yang juga merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini memiliki akses yang mudah dijangkau bagi kamu yang ingin melipir sebentar dari kebisingan kota Jakarta. Kawasannya yang luas dan terdiri dari banyak lahan hijau menjadikan Kebun Raya Cibodas rekomendasi cagar alam pertama yang dapat kamu kunjungi. Mulai dari air terjun hingga rumah kaca pun bisa kamu nikmati selama menghabiskan waktu di kebun raya yang sudah berdiri mulai dari tahun 1830 silam ini.